Minggu, 09 Agustus 2009

menyesal

gw harap gw :
less hard headed
less argumentative
less childish
less making excuse

mulai dengerin kata orang.
agak nyesal malam ini nggak ikut reuni.
alesan gw adalah : mahal.
padahal toh nyokap gw udah mau bayarin, tapi gw tetep nggak dateng.
padahal gw boleh bawa mobil.
kalopun gw males nyetir, ada supir bokap gw yang mau jemput.
padahal reuninya deket banget. deket sma gw dulu.
manusia macam apakah gw ini yang mencari-cari alasan palsu?
harusnya gw datang dan menjalin silaturrahmi dengan teman-teman smp gw.
tapi terus terang gw nggak nyaman dengan situasi ramai.
situasi ramai yang intimidatif & foto-foto.
lagi-lagi kontradiksi.
gw benci kontradiksi ini.
nggak enak versus enggan.
beneran nggak enak gw sama Nova.
sama Fuad yang ngabis-ngabisin pulsa buat nelepon & bujuk-bujuk gw karna dia neleponnya ke HP.
pengennya sih gw menjalani semua hal yang baik dengan nyaman.
tapi kadang-kadang susah = =a.
padahal kadang-kadang gw suka jadi orang baik.
gimana sih cara nyembuhin kontradiksi?
i need help.
harus bicara dengan ibuku sekali lagi.
dan mulai menjalankan nasehat-nasehatnya walaupun terpaksa dan bukannya bertahan dengan kekeraskepalaanku.

Kamis, 23 April 2009

Penyesalan dalam hidup

Kemaren, penulis mendapat sebuah email dari milis MA ITB,, isinya sebagai berikut:
Di Belgia pernah dilakukan survei terhadap warga yang berusia 60 tahun. Survei tentang penyesalan terbesar dalam hidup mereka.

Hasilnya: 72% menyesal karena mengabaikan waktu untuk bekerja dengan baik di masa mudanya; 67% menyesal karena salah memilih profesi; 63% menyesal karena kurang waktu mendidik anak atau menggunakan pola didik yang salah; 58% menyesal karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan; 11% menyesal karena tidak memiliki cukup uang. Jika survei ini diajukan kepada Anda, apa penyesalan terbesar dalam hidup Anda?

Akhir dari email.

Hihi... Wah, kalo penulis ditanya apa penulis juga mengalami penyesalan penyesalan seperti yang dialami orang orang Belgia itu, penulis dengan yakin menjawab tidak. Karna penulis tipikal yang workaholic dan study oriented kali yah, pernah ngerasain blajar ampe mau muntah muntah saking muaknya sekolah :D. Tapi itu konteksnya bekerja yah? Tapi pengalaman bekerja penulis cuman sejauh bekerja jadi asisten siyh. Tapi penulis bersyukur karna merasa telah menjadi asisten yang baik (dan artistik, karna penulis senang mengerjakan pekerjaan asistensinya dengan spidol warna warni, ketikan solusi yang rapih dan artistik, dan paper clip warna warni juga ^_^). Penulis sadar bahwa banyak nian yang berkata bahwa penulis kekanak kanakkan, dosen dosen bahkan tidak sadar kalo penulis mahasiswa tingkat atas waktu itu, yang ada mereka mengira penulis masih tingkat 2,,, etc... Singkat kata, penulis adalah orang serius yang masih suka bermain main, dan menghargai keindahan dan suka menciptakan keindahan...

Salah memilih profesi? Sejauh ini sih nggak lah, menyangkut studi sih nggak dong.. Saking pemilihnya penulis skarang berstatus jobless (heuheu...).. Paling tidak, penulis hidup dengan memegang keyakinannya, ya nggak? Ketimbang mencla mencle sana sini tapi nggak mood ngejalaninnya?

Kurang waktu mendidik anak? Berhub penulis nggak punya anak, penulis hanya bisa merefer hal ini ke adik penulis. Penulis merasa bahwa penulis berhasil mendidik adik penulis dalam hal pola pikir. Penulis sendiri menyukai filsafat dan matematika, so jadi, sadar atau tidak, penulis mencoba menularkan pola berpikirnya kepada adik penulis. Dalam try out UAN nya, adik penulis mendapat nilai 10 skala 10. Semoga ia dapat 10 skala 10 juga di UAN yang sesungguhnya.

Kurang waktu berolahraga? Insya Allah nggak lah ya, semenjak di rumah ada treadmill, penulis rajin treadmill sampe keringetan biar sehat ^_^.

Kurang memiliki cukup uang? Insya Allah nggak,, yah walopun penulis belum jadi orang kaya dalam artian nggak bisa beli mobil sendiri, tapi penulis bersyukur punya orang tua yang sejahtera (aminn).. Jadi bisa minjem mobil sama ortu ^_^... hehehe...

Don't know why, semenjak kenal filsafat kira kira 3 atau 2 tahun lalu, penulis jadi lebih bisa menghindari penyesalan dalam hidupnya. ^_^

;;