Kamis, 22 Oktober 2009

Bad Happy Day

Hari ini adalah hari yang sangat kacau. Sangat! Walaupun Alhamdulillah hasil didikan semasa kuliah membuat gw minimal tampak tegar menghadapi krisis, tapi tetap saja, hari ini menjadi 1 hari berarti yang nggak akan gw lupakan. Soalnya ini berawal dari kekonyolan yang bernama ketidakacuhan. Yes, ketidakacuhan seorang gw =). Sedang malas nulis sebenarnya, hanya mau menyatakan saya tidak akan melupakan apa yg Allah swt ajarkan pada saya hari ini =). Yes You makes me a far better person today. Alhamdullillah. =)

Rabu, 01 Juli 2009

tadi malam susah tidur. kepikiran adik gw yang memilih untuk mendaftar sekolah unggulan. nemnya tinggi sih jadi dia nggak salah apa-apa. masalahnya gw agak khawatir aja karna biasanya dia kan males-malesan kalo harus ngerjain pr T_T. ogah-ogahan kalo mau berangkat sekolah. mau uan aja main play station, komputer, game online melulu kerjaannya. kalo ngobrol juga ngobrolin game ato cheat game. kalo nonton tv juga nontonin acara game. so intinya, dia bukan pecinta sekolah. eh ini tiba-tiba mau masuk sekolah unggulan. amat sangat aneh. katanya dia mau masuk sekolah unggulan untuk membahagiakan orang tua. tambah aneh lagi deh. beneran deh. apa karna gw terlalu sarkastis yah? untung deh has, adik lo masih berani ngungkapin hal-hal aneh model gitu dan nggak merasa aneh karnanya. gw kira sih ini sedikit banyak karna dia habis nonton Garuda Di Dadaku. -_-

yasud, toh hari ini kan bukan keputusan final dia harus nentuin pilihannya. hari ini dia masih memilih 5 sekolah.

sebenernya gw sih oke aja dia mau masuk smp manapun, masalahnya, gw nggak mau dia kehilangan masa-masa bermainnya. yah tapi bukannya nggak mungkin juga dia bakalan kehilangan 100% masa-masa bermainnya kan? hihi. kayanya kekhawatiran gw agak nggak beralasan. :)

Minggu, 31 Mei 2009

Ingat tidak bahwa aku seringkali merasa cepat lelah? Aku rasa, bertahun lalu, aku tidak selemah ini. Maksudku, secara fisik aku memang cepat lelah dari dulu, tapi secara mental hanya beberapa tahun belakangan ini saja. Hatiku memang lemah kurasa. Aku membandingkan keadaan diriku dengan keadaan diri ayahku ketika ditempa krisis. Sangat jauh berbeda. Dia terlihat menghadapinya dengan jantan sementara aku hanya seolah2 merasa jantan. Aku jadi berpikir darimana sumber kekuatan manusia yang sesungguhnya? Aku rasa beberapa tahun belakangan aku melakukan kesalahan dengan prinsip hidupku. Dulu, bertahun lalu, aku sering sakit juga. Gejala tipes, misalnya. Aku sudah pernah sakit 2 kali. Tapi aku menghadapinya dengan santai dan bukannya meratap2 merasa menderita. Aku malah main internet di rumah dan bersyukur bahwa aku punya alasan untuk tidak masuk sekolah yang membosankan. Betapa berbedanya aku sekarang, bertahun kemudian. Aku yang sekarang menghabiskan waktu dan energiku untuk melawan apa yang terjadi alih2 merelakannya untuk terjadi dan berdamai dengannya dan menikmatinya.

Aku googling, mencoba mencari petunjuk atas misteri ini (hahaha..:D). Aku mendapatkan beberapa, seperti misalnya seharusnya kita hanya mengandalkan Allah swt. Aku sudah lupa bagaimana rasanya pasrah, so kukira ini kesalahanku sudah diketahui : aku tidak pasrah. Seharusnya aku bisa menerima segala keputusanNya dengan lapang dada.

Dan beberapa hal lainnya.

Tapi ada lagi yang menarik nih. Coba baca deh. Oh sebelum mengakhiri tulisan ini, aku berpendapat dalam hidup ini ternyata memang diterapkan algoritma. Masalah datang dan pergi. Terimakasih kepada orang2 di sekitarku yang telah memberikan inspirasi dan contoh hidup yang baik padaku. Aku hanya terlalu keras kepala dalam mempertahankan cara hidupku yang sok tangguh sebelum ini. Tapi kuanggap itu sebagai bagian dari proses hidupku. (^^,)v

(dari erabaru.or.id)

Akar Penyakit Timbul Dari Hati

Akhir-akhir ini di internet ada sebuah laporan ilmiah: pikiran adalah sejenis substansi, semacam zat padat. Laporan hasil penelitian terbaru ini diungkap dalam majalah Penelitian Psikiatri.

Para ahli psikiatri Universitas Montreal dan Havard mengatakan, bahwa “luka” ingatan pada korban penganiayaan dapat “dikendalikan” dengan obat-obatan, yaitu dapat mempengaruhi sebagian proses berpikir.

Penelitian ini mengungkapkan, terjadinya ingatan sangat mirip dengan proses pembuatan kaca. Dalam proses menciptakan ingatan, yaitu pada saat proses “berpikir”, terciptalah substansi ingatan dalam wujud cair, selesai dipikir “ingatan” berubah ke dalam wujud padat, pada waktu dipikir ulang sekali lagi tercipta substansi wujud cair, kemudian berubah lagi menjadi padat.

Zat padat ini tidak dapat menghilang secara otomatis, setiap kali akan terakumulasi, semakin sering suatu hal dipikirkan, zat padat yang tercipta juga semakin banyak, ini terjadi dalam memikirkan hal-hal baik maupun hal-hal jahat.

Laporan hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa obat-obatan yang dipakai oleh para ilmuwan, dianggap dapat mengacaukan pikiran yang telah “memadat” setelah proses berpikir seseorang.

Para peneliti mempergunakan propranolol dan obat-obatan placebo untuk merawat 19 orang yang pernah mengalami musibah atau penganiayaan seksual selama sepuluh hari. Selama masa perawatan mereka diminta melukiskan ingatan musibah yang terjadi sepuluh tahun silam.

Setelah dikenang, proses pemikiran ini akan “memadat”, kemudian para peneliti menggunakan obat tersebut untuk menangani pikiran yang telah “memadat” itu.

Minggu berikutnya ternyata para penderita yang menggunakan obat tersebut, telah mengalami penurunan tanda-tanda tekanan yang diderita seperti bertambah cepatnya denyut nadi pada saat mengingat musibah.

Pikiran baik maupun jahat semua dapat berubah menjadi substansi yang memadat, meskipun kita tidak dapat melihat substansi tersebut namun para ahli medis telah dapat memastikannya. Dapat juga dikatakan, bila yang tersimpan dalam pikiran ingatan seseorang hanyalah substansi padat yang hitam jahat, sekalipun untuk sementara masih belum dinyatakan dalam tindakan, dia juga tidak bisa dikatakan sebagai orang baik.

Sebaliknya, bila seseorang setiap harinya bersedia menerima pendidikan yang benar, maka substansi yang telah memadat dalam pikiran dan ingatnnya pastilah baik, bila ada tindakan nyata pastilah berdasarkan niat baik dan tulus.

Dari hasil penelitian medis tersebut dapat dimengerti bahwa pikiran dan gagasan para pendidik dan terdidik telah tersusun menjadi struktur moral di dunia dan tata tertib dalam masyarakat. Maka cara penyembuhan luka batin yang terbaik bukanlah secara pasif menggunakan obat-obatan untuk menangani ingatan yang telah “memadat”, melainkan secara aktif menolak masuknya informasi yang tidak sesuai dengan norma-norma akhlak manusia.

Informasi apa pun yang diterima memang tidak dapat menentukan masa depan seluruh umat manusia, namun setidaknya dapat menentukan masa depan masing-masing individu.

Setelah membaca laporan di atas, tiba-tiba sekilas sebuah pikiran “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”. Ilmu pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan bahwa “penyakit berasal dari hati”, emosi yang berlebihan seperti “gembira, marah, cemas, sedih, takut/terkejut” dapat merugikan organ-organ vital.

“Gembira secara berlebih merugikan jantung, sedih merugikan paru-paru, marah merugikan hati, cemas merugikan organ pencernaan, terkejut/takut merugikan ginjal”, emosi yang berlebihan dapat merugikan organ-organ vital, emosi yang berbeda merugikan organ yang berbeda pula.

Pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan bahwa sifat saling menghidupi dan saling mengekang kelima unsur dapat dimanfaat untuk merawat penyakit yang disebabkan oleh pengaruh emosional.

Saya sering mengatakan kepada teman-teman kaum ibu sambil bergurau, bila kalian marah karena bertengkar dengan orang lain, haruslah bertengkar sampai menangis, agar perasaan dapat menjadi lega. Karena pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan, kemarahan merugikan hati (unsur kayu) sedangkan kesedihan merugikan paru-paru (unsur logam), unsur logam dapat mengekang kayu, yaitu kesedihan dapat mengatasi kemarahan, ketika Anda marah sampai menangis, kemarahan akan diuraikan oleh air mata Anda, dengan demikian hati tidak lagi murung.

Cara hidup, kebiasaan makan minum, hubungan antar manusia, tekanan pekerjaan masyarakat zaman ini sewaktu-waktu dapat menyebabkan ketidak-harmonisan suasana hati sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan yang bersumber pada emosi.

Menurut pengobatan tradisional Tiongkok jantung adalah unsur api, dalam teori saling mengekang antar lima unsur, air mengekang api, artinya takut/terkejut (air) dapat mengalahkan kegembiraan (api). Ketika seseorang terlalu bergembira (api) energi vital menjadi lamban, karena lamban energi menjadi tersebar.

Kecemasan merugikan organ pencernaan (unsur tanah), dalam teori lima unsur, api menghasilkan tanah, organ pencernaan (unsur tanah) adalah anak dari organ jantung (unsur api), anak dapat mempengaruhi ibu, artinya kecemasan bukan saja dapat merugikan organ pencernaan (unsur tanah) juga secara tidak langsung membuat jantung (unsur api) menjadi tidak nyaman.

Dalam teori lima unsur, kayu (hati) dapat menghasilkan api (jantung), hati (unsur kayu) merupakan ibu dari jantung (unsur api), bila anak lemah bisa dibantu dengan memperkuat sang ibu, kemarahan merugikan hati (unsur kayu), juga dapat mempengaruhi jantung (unsur api), sebab itu kelemahan organ jantung (unsur api) dapat dibantu dengan memperkuat organ hati (unsur kayu).

Ilmu kedokteran Tiongkok memperhatikan persatuan manusia dengan alam, teori lima unsur tentang saling menghidupi dan saling mengekang telah menjelaskan konsep umum fungsi tubuh manusia.

Pikiran dan pandangan seseorang menentukan tindakannya, kedokteran modern telah memastikan bahwa pikiran manusia tersimpan dalam ingatan seseorang dalam bentuk padat, setiap kali dikenang selalu memperkuat dirinya dalam ingatan.

Sebagai contoh: andai kata kita mengatakan suatu atau memberi teguran yang telah melukai seseorang, kita mungkin tidak menyadarinya, karena kontradiksi antar manusia sangatlah kompleks.

Orang yang terluka setiap saat memikirkannya, setiap kali dipikir akan melukainya satu kali, lama kelamaan menjadi suatu kebencian dan penyesalan pada Anda. Suasana hati ini akan memperdalam penderitaannya, sehingga dia tidak enak makan, tidur tidak nyenyak. Sebab itu kita hendaknya melihat segala sesuatu dengan hati welasasih, berusaha melihat kebaikan seseorang, jangan mencela, banyaklah memberi dorongan.

Setiap orang hendaknya “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”, apa yang dimaksud dengan “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”?

“Segala sesuatu hendaknya mengalah sehingga lautan dan langit menjadi sangat luas.” “Bersabar sebentar, badai akan tenang.” Karena Tuhan akan memberi jalan, krisis adalah sebuah perubahan yang bisa menguntungkan.

Ketika Anda masygul, putus asa, merasa tidak ada jalan keluar, sudah tidak lagi bisa berjalan, maka relakan saja. Bila jalan tidak berputar, orangnyalah yang akan berputar, tentunya akan terjadi perubahan yang membaik secara tak terduga. Karena ketika Tuhan menutup sebuah pintu, Dia pasti akan membantumu membukakan pintu lain.

Kitab pengobatan tradisional Tiongkok kuno, Neijing, mengatakan, “Angin jahat penyebab sakit, dihindari sesuai waktunya, damai tanpa keserakahan, energi vital mengalir lancar, semangat tidak melantur, kesahatan dengan sendirinya akan mengikuti.” Aturlah irama langkah hidup Anda, mulailah dari “pola makan minum beraturan, pola hidup sehari-hari berketentuan, tidak berlelah-lelah serampangan.”

Minggu, 05 April 2009

prinsip mengemudi

Menyetir adalah satu hal yang belum nyaman gw lakukan (pake istilah ini saja lah ya). Walaupun sudah punya SIM (SIM tembak tentunya), tetap saja gw belum percaya diri mengemudikan mobil di jalan ramai (mungkin karna faktor SIM tembak itu ya?). Pernah mencoba tentu, namun saat itu mengalami apa yang namanya mati mesin dan diklakson habis dari belakang (tentu saja :rolleyes:). Walaupun mendapat banyak sindiran, kemarahan, cercaan, cacian, makian, kutukan *hiperbolis*, dari ayah, instruktur nyetir, adik, orang nggak dikenal di jalan, gw tetap semangat. Harus begitu. Semuanya datang dari pikiran. Toh gw kan dulu jago main game Grand Turismo di Playstation. Nyetir di jalan mah hampir sama! *ngaco mode ON*. Selama sesi latihan, gw mencecar instruktur nyetir gw dengan kunci dari menyetir dan jawabannya adalah selalu RASA. Ayah gw juga menjawab 11 12, FEELING (sama malah, cuman beda bahasa). Sambil memundurkan mobil (mencoba parkir), gw mengucap ngucap kata itu, melafalkannya keras keras, berusaha memahaminya, .... Alhasil?? Parkir gw tetap mencong mencong nggak lurus. Entahlah, mungkin kemampuan spasial gw agak agak payah walaupun jari manis gw tampak lebih panjang sedikit dari jari telunjuk gw. Tapi memikirkan masalah hormon kayanya nggak memperbaiki keadaan walaupun memang menjelaskan mengapa gw payah. Peristiwa ini 11 12 sama peristiwa yang pernah gw alami dulu. Singkat kata, gw nggak bisa masukkin bola basket ke keranjangnya dari jarak tertentu. Gw mengalami apa yang namanya 'salah prinsip'. Begini, jadi, kalo mau masukkin bola ke keranjang, jangan mengarahkan bola kita pada mulut ring, melainkan pada gambar kotak yang terpampang di papan ring basket kita. Yep sesederhana itu, penjelasannya sih ribet kali ya, menyangkut Fisika dan gerak peluru gitu gitu, tapi gw jamin lo bakal bisa masukkin bola lo tanpa perlu banyak mikir yang lain lain lagi, asal FEELING lo kuat :D. Perlu selang waktu 3 tahun bagi gw untuk menyadari itu (antara ujian praktek olahraga SMP dan SMU). Salah target seperti itu membuat perbedaan yang jauh (nilai ujian praktek olahraga SMP gw 0). Gw kira setiap dari kita punya FEELING keruangan, ya nggak? Cuman kadarnya aja yang beda. Tapi tetap saja, perlu yang namanya patokan atau PRINSIP. Karna FEELING tanpa PRINSIP adalah tindakan yang membabibuta, setuju nggak? Nggak tahu deh, setiap orang yang gw tanya sejauh ini cuman jawab FEELING/RASA (sama NEKAT, ohoho..:D).. Belom ada yang ngasi tau gw PRINSIP nya. So lagi lagi, gw harus menemukannya sendiri. Waktu latihan basket sama temen gw dulu, dia selalu hanya bilang 'kurang power Has'. Dia nggak sadar kalo gw salah ngarahin bola gw. Lagi lagi, pemahaman itu harus kita dapatkan sendiri kalo tidak ada orang yang memberikannya. Masalahnya, mutlak bagi gw untuk memiliki pemahaman. Berhubung gw udah bisa masukkin mobil ke space parkir, gw udah nemuin sedikit. Tapi berhubung masih mencong mencong, prinsip itu masih kurang baik. Nanti gw publikasikan kalo sudah jelas. Ok.. See u then. Hari ini gw mau nyetir sendiri ke MKG (tanpa didampingi ayah gw). Bersemangatlah^^..

Senin, 02 Februari 2009

+ly feel +

Besok wawancara lagi. Tetap positif dong, has.. Walaupun aku merasa iritasi menghadapinya, tapi aku harus tetap kuat. Dan yang terpenting, hadapi dengan positif. Jangan kesal begini (yeah aku merasa kesal sekarang). Ini karna apa ya? Ada hubungannya kah dengan sifatku yang nggak bisa mengutarakan cinta?! Yeah aku baru ikut tes kepribadian lewat warna tadi. Benar, hasilnya hampir akurat. Aku bisa merasakannya. Tapi bukan berarti aku merasa nggak dicintai kok. Aku punya selera humor yang baik. Aku pintar membuat lelucon. Jadi teman-temanku menyukaiku sebagian besar karna itu. Tapi memang benar, aku jomblo sepanjang usiaku yang telah lewat. Kenapa ya? Padahal aku suka lho sama cowok (kadang suka juga sama cewek, hihihi... Bercanda). Tapi aku selalu bisa mengontrol rasa itu. Benar memang. Guru piano gw yang sering mengumbar kata-kata panggilan mesra pun, entah apa maksudnya.. yah kau tahulah maksudku. Tapi logikaku tetap mengambil alih. Aku rasa dia sudah menikah, jadi kau tahulah bagaimana. Walaupun kalo boleh jujur, mungkin aku juga suka padanya. Tapi tetap saja. Aku merasa merana sekarang. Sifatku memang keras sekali. Tapi walaupun aku keras begitu, masih ada kok yang berani nembak aku. Mungkin karna aku menarik secara fisik walaupun aku nggak terlalu mementingkan penampilan, tapi please, aku jutek lho. Tapi aku tidak jahat, hanya sarkastis. Tapi sebisa mungkin aku nggak ingin menyakiti hati orang lain. Kalo sudah sebal setengah mati, aku biasanya diam. Diam walaupun rasanya jengkel sekali. Aku benci padanya, cowok yang sering ngirimin gw sms junk, dan memohon mohon maaf karna telah mengkritik TA gw. Oke dia boleh ngritik TA gw, tapi PLEASE lakukan dengan benar. Aku nggak suka dia menyampaikan kritiknya tanpa dasar yang jelas. Sial, rupanya aku pendendam. Aku benar benar sebal padanya. Maksudku, selain memohon maaf, dia juga sering sekali berusaha menarik perhatianku lewat sms. Please, gw nggak suka sms omong kosong seperti itu. Membuang waktu saja membacanya. Dia tak kunjung mengerti bahwa aku tidak menyukainya walaupun aku sudah memberitahunya dengan gaya bahasa sehalus mungkin. Yang ada gw malah jadi marah marah sendiri seperti ini.

Nah cukup.. Hentikan sekarang juga. Pikirkan hal-hal positif mulai sekarang, irene (bukan nama asli gw, hanya berjaga-jaga takut ada yang googling nama gw, tadi teman gw mengancam akan mencari tahu blog ini, sial). Pikirkan bahwa seharusnya kau bersyukur bahwa paling tidak kau menarik secara fisik. Walaupun nggak dapat mengungkapkan ekspresi cinta, pikirkan bahwa hal itu bisa diubah. Pikirkan bahwa nggak setiap orang bisa mengerti bahwa dirinya membuat orang lain sebal. Pikirkan bahwa kau harus mulai bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dewasalah. Umurmu sudah 22. Oke kau punya kepribadian yang menarik. Kau butuh kesendirian untuk berkontemplasi. Yeah. Tapi mulai sekarang, belajarlah untuk mencintai orang lain, oke? Belajar untuk menerima cinta. Jangan terlalu keras begitu. Kau tidak mungkin hanya mengandalkan dirimu saja seumur hidupmu, jadi mulailah bersikap lembut oke? Mulailah mengekspresikan dirimu secara halus, jangan penuh kemarahan seperti itu. Ubah pola pikirmu, irene. Kau memang terbiasa mandiri, bagus. Tapi cobalah buka hatimu. Cobalah percaya pada orang lain. Cobalah untuk pacaran mungkin? (Kau mau orang tuamu menjodohkanmu?). Oke?! Coba saja dulu. Pilih seseorang, coba, jalanin. Nggak peduli seberapa anehnya, coba saja dulu. Tetap +. Tetap tersenyum. Bersyukurlah atas hal-hal baik yang kau punya. Oke.. saatnya melakukan hal hal lain.

;;