Minggu, 31 Mei 2009

Ingat tidak bahwa aku seringkali merasa cepat lelah? Aku rasa, bertahun lalu, aku tidak selemah ini. Maksudku, secara fisik aku memang cepat lelah dari dulu, tapi secara mental hanya beberapa tahun belakangan ini saja. Hatiku memang lemah kurasa. Aku membandingkan keadaan diriku dengan keadaan diri ayahku ketika ditempa krisis. Sangat jauh berbeda. Dia terlihat menghadapinya dengan jantan sementara aku hanya seolah2 merasa jantan. Aku jadi berpikir darimana sumber kekuatan manusia yang sesungguhnya? Aku rasa beberapa tahun belakangan aku melakukan kesalahan dengan prinsip hidupku. Dulu, bertahun lalu, aku sering sakit juga. Gejala tipes, misalnya. Aku sudah pernah sakit 2 kali. Tapi aku menghadapinya dengan santai dan bukannya meratap2 merasa menderita. Aku malah main internet di rumah dan bersyukur bahwa aku punya alasan untuk tidak masuk sekolah yang membosankan. Betapa berbedanya aku sekarang, bertahun kemudian. Aku yang sekarang menghabiskan waktu dan energiku untuk melawan apa yang terjadi alih2 merelakannya untuk terjadi dan berdamai dengannya dan menikmatinya.

Aku googling, mencoba mencari petunjuk atas misteri ini (hahaha..:D). Aku mendapatkan beberapa, seperti misalnya seharusnya kita hanya mengandalkan Allah swt. Aku sudah lupa bagaimana rasanya pasrah, so kukira ini kesalahanku sudah diketahui : aku tidak pasrah. Seharusnya aku bisa menerima segala keputusanNya dengan lapang dada.

Dan beberapa hal lainnya.

Tapi ada lagi yang menarik nih. Coba baca deh. Oh sebelum mengakhiri tulisan ini, aku berpendapat dalam hidup ini ternyata memang diterapkan algoritma. Masalah datang dan pergi. Terimakasih kepada orang2 di sekitarku yang telah memberikan inspirasi dan contoh hidup yang baik padaku. Aku hanya terlalu keras kepala dalam mempertahankan cara hidupku yang sok tangguh sebelum ini. Tapi kuanggap itu sebagai bagian dari proses hidupku. (^^,)v

(dari erabaru.or.id)

Akar Penyakit Timbul Dari Hati

Akhir-akhir ini di internet ada sebuah laporan ilmiah: pikiran adalah sejenis substansi, semacam zat padat. Laporan hasil penelitian terbaru ini diungkap dalam majalah Penelitian Psikiatri.

Para ahli psikiatri Universitas Montreal dan Havard mengatakan, bahwa “luka” ingatan pada korban penganiayaan dapat “dikendalikan” dengan obat-obatan, yaitu dapat mempengaruhi sebagian proses berpikir.

Penelitian ini mengungkapkan, terjadinya ingatan sangat mirip dengan proses pembuatan kaca. Dalam proses menciptakan ingatan, yaitu pada saat proses “berpikir”, terciptalah substansi ingatan dalam wujud cair, selesai dipikir “ingatan” berubah ke dalam wujud padat, pada waktu dipikir ulang sekali lagi tercipta substansi wujud cair, kemudian berubah lagi menjadi padat.

Zat padat ini tidak dapat menghilang secara otomatis, setiap kali akan terakumulasi, semakin sering suatu hal dipikirkan, zat padat yang tercipta juga semakin banyak, ini terjadi dalam memikirkan hal-hal baik maupun hal-hal jahat.

Laporan hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa obat-obatan yang dipakai oleh para ilmuwan, dianggap dapat mengacaukan pikiran yang telah “memadat” setelah proses berpikir seseorang.

Para peneliti mempergunakan propranolol dan obat-obatan placebo untuk merawat 19 orang yang pernah mengalami musibah atau penganiayaan seksual selama sepuluh hari. Selama masa perawatan mereka diminta melukiskan ingatan musibah yang terjadi sepuluh tahun silam.

Setelah dikenang, proses pemikiran ini akan “memadat”, kemudian para peneliti menggunakan obat tersebut untuk menangani pikiran yang telah “memadat” itu.

Minggu berikutnya ternyata para penderita yang menggunakan obat tersebut, telah mengalami penurunan tanda-tanda tekanan yang diderita seperti bertambah cepatnya denyut nadi pada saat mengingat musibah.

Pikiran baik maupun jahat semua dapat berubah menjadi substansi yang memadat, meskipun kita tidak dapat melihat substansi tersebut namun para ahli medis telah dapat memastikannya. Dapat juga dikatakan, bila yang tersimpan dalam pikiran ingatan seseorang hanyalah substansi padat yang hitam jahat, sekalipun untuk sementara masih belum dinyatakan dalam tindakan, dia juga tidak bisa dikatakan sebagai orang baik.

Sebaliknya, bila seseorang setiap harinya bersedia menerima pendidikan yang benar, maka substansi yang telah memadat dalam pikiran dan ingatnnya pastilah baik, bila ada tindakan nyata pastilah berdasarkan niat baik dan tulus.

Dari hasil penelitian medis tersebut dapat dimengerti bahwa pikiran dan gagasan para pendidik dan terdidik telah tersusun menjadi struktur moral di dunia dan tata tertib dalam masyarakat. Maka cara penyembuhan luka batin yang terbaik bukanlah secara pasif menggunakan obat-obatan untuk menangani ingatan yang telah “memadat”, melainkan secara aktif menolak masuknya informasi yang tidak sesuai dengan norma-norma akhlak manusia.

Informasi apa pun yang diterima memang tidak dapat menentukan masa depan seluruh umat manusia, namun setidaknya dapat menentukan masa depan masing-masing individu.

Setelah membaca laporan di atas, tiba-tiba sekilas sebuah pikiran “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”. Ilmu pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan bahwa “penyakit berasal dari hati”, emosi yang berlebihan seperti “gembira, marah, cemas, sedih, takut/terkejut” dapat merugikan organ-organ vital.

“Gembira secara berlebih merugikan jantung, sedih merugikan paru-paru, marah merugikan hati, cemas merugikan organ pencernaan, terkejut/takut merugikan ginjal”, emosi yang berlebihan dapat merugikan organ-organ vital, emosi yang berbeda merugikan organ yang berbeda pula.

Pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan bahwa sifat saling menghidupi dan saling mengekang kelima unsur dapat dimanfaat untuk merawat penyakit yang disebabkan oleh pengaruh emosional.

Saya sering mengatakan kepada teman-teman kaum ibu sambil bergurau, bila kalian marah karena bertengkar dengan orang lain, haruslah bertengkar sampai menangis, agar perasaan dapat menjadi lega. Karena pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan, kemarahan merugikan hati (unsur kayu) sedangkan kesedihan merugikan paru-paru (unsur logam), unsur logam dapat mengekang kayu, yaitu kesedihan dapat mengatasi kemarahan, ketika Anda marah sampai menangis, kemarahan akan diuraikan oleh air mata Anda, dengan demikian hati tidak lagi murung.

Cara hidup, kebiasaan makan minum, hubungan antar manusia, tekanan pekerjaan masyarakat zaman ini sewaktu-waktu dapat menyebabkan ketidak-harmonisan suasana hati sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan yang bersumber pada emosi.

Menurut pengobatan tradisional Tiongkok jantung adalah unsur api, dalam teori saling mengekang antar lima unsur, air mengekang api, artinya takut/terkejut (air) dapat mengalahkan kegembiraan (api). Ketika seseorang terlalu bergembira (api) energi vital menjadi lamban, karena lamban energi menjadi tersebar.

Kecemasan merugikan organ pencernaan (unsur tanah), dalam teori lima unsur, api menghasilkan tanah, organ pencernaan (unsur tanah) adalah anak dari organ jantung (unsur api), anak dapat mempengaruhi ibu, artinya kecemasan bukan saja dapat merugikan organ pencernaan (unsur tanah) juga secara tidak langsung membuat jantung (unsur api) menjadi tidak nyaman.

Dalam teori lima unsur, kayu (hati) dapat menghasilkan api (jantung), hati (unsur kayu) merupakan ibu dari jantung (unsur api), bila anak lemah bisa dibantu dengan memperkuat sang ibu, kemarahan merugikan hati (unsur kayu), juga dapat mempengaruhi jantung (unsur api), sebab itu kelemahan organ jantung (unsur api) dapat dibantu dengan memperkuat organ hati (unsur kayu).

Ilmu kedokteran Tiongkok memperhatikan persatuan manusia dengan alam, teori lima unsur tentang saling menghidupi dan saling mengekang telah menjelaskan konsep umum fungsi tubuh manusia.

Pikiran dan pandangan seseorang menentukan tindakannya, kedokteran modern telah memastikan bahwa pikiran manusia tersimpan dalam ingatan seseorang dalam bentuk padat, setiap kali dikenang selalu memperkuat dirinya dalam ingatan.

Sebagai contoh: andai kata kita mengatakan suatu atau memberi teguran yang telah melukai seseorang, kita mungkin tidak menyadarinya, karena kontradiksi antar manusia sangatlah kompleks.

Orang yang terluka setiap saat memikirkannya, setiap kali dipikir akan melukainya satu kali, lama kelamaan menjadi suatu kebencian dan penyesalan pada Anda. Suasana hati ini akan memperdalam penderitaannya, sehingga dia tidak enak makan, tidur tidak nyenyak. Sebab itu kita hendaknya melihat segala sesuatu dengan hati welasasih, berusaha melihat kebaikan seseorang, jangan mencela, banyaklah memberi dorongan.

Setiap orang hendaknya “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”, apa yang dimaksud dengan “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”?

“Segala sesuatu hendaknya mengalah sehingga lautan dan langit menjadi sangat luas.” “Bersabar sebentar, badai akan tenang.” Karena Tuhan akan memberi jalan, krisis adalah sebuah perubahan yang bisa menguntungkan.

Ketika Anda masygul, putus asa, merasa tidak ada jalan keluar, sudah tidak lagi bisa berjalan, maka relakan saja. Bila jalan tidak berputar, orangnyalah yang akan berputar, tentunya akan terjadi perubahan yang membaik secara tak terduga. Karena ketika Tuhan menutup sebuah pintu, Dia pasti akan membantumu membukakan pintu lain.

Kitab pengobatan tradisional Tiongkok kuno, Neijing, mengatakan, “Angin jahat penyebab sakit, dihindari sesuai waktunya, damai tanpa keserakahan, energi vital mengalir lancar, semangat tidak melantur, kesahatan dengan sendirinya akan mengikuti.” Aturlah irama langkah hidup Anda, mulailah dari “pola makan minum beraturan, pola hidup sehari-hari berketentuan, tidak berlelah-lelah serampangan.”

Senin, 04 Mei 2009

menguatkan dan menjernihkan hati

oke aku mengaku...

aku tidak sekuat itu. aku tidak sekuat yang kukira. aku selalu menyangka bahwa aku adalah orang yang kuat, orang yang tegar... aku mampu bersikap tegar dan elegan di saat saat tergentingku.. aku bersikap sangat elegan, di banyak saat dalam hidupku.. banyak... satu hal sih yang membuktikan bahwa aku tidak sebaik-baik saja kelihatannya.. ketika ditanya : "bagaimana perasaanmu?", atau "ada apa?",, bukan hanya "ada apa?" biasa, namun "ada apa?" untuk yang kesejuta kali, ketika aku ditanya mengenai apa yang terjadi di saat aku sama sekali tidak ingin menceritakannya. itu pertanyaan tolol sekaligus nggak penting yang ternyata mampu membuka pertahanan diriku. aku pandai menguasai diri. sekaligus sangat pandai membalas kejahatan dengan cara yang sangat wajar dan normal.. mungkin aku licik,, sadar atau tidak.. tapi begitulah caraku melampiaskan marahku. aku tidak pernah marah untuk alasan yang tidak logis. sekarang aku begitu rindu masa masa dimana aku tidak peduli pada apapun kecuali pada musik dan internet dan novel. 3 hal yang mampu membuatku benar benar melupakan apa yang terjadi pada hidupku. tapi sekarang, perasaanku pada ketiga hal itu biasa saja. 3 hal itu tidak lagi mampu membuatku benar benar melupakan realitas. 1 hal yang pasti, aku SELALU bisa mengendalikan diriku. aku rasa aku patut mensyukuri itu. sangat patut. aku bahkan tidak menyumpah nyumpah seperti kebanyakan orang yang kukenal. hanya saja, aku merasa sangat terganggu pada rasa negatif yang terus berkecamuk di dalam diriku. sejujurnya agak terganggu. ah tapi kurasa tidak lagi... setelah aku menulis ini :). hal yang sangat sederhana sebenarnya. baiklah.. jujur saja aku merasa lebih baik sekarang. aku telah mengakui bahwa aku adalah orang lemah, yang tak dapat hidup sendiri, yang butuh orang lain..


well,, suatu hari nanti mungkin aku akan menikah, walaupun beresiko bertengkar dan bercerai. itu adalah fakta kehidupan, bukan? aku rasa aku hanya harus memperbaiki sikapku dulu.. aku adalah orang yang skeptis. aku harus percaya dulu pada seseorang, sebelum aku bisa menangis di hadapannya. aku menangis di depan salah satu temanku saat itu juga terpaksa, karna waktu itu aku (berstatus) tidak punya tempat tinggal (status yang kubuat sendiri sebenarnya). so dengan keras kepala, aku menghindari tempat tinggalku dan malah pergi ke tempatnya. lucu ya? keras kepala memang jadi kekuatanku, sekaligus kelemahanku. aku bersyukur, sekaligus mengutuk sifatku yang satu itu. akan lebih mudah bagiku untuk bisa dengan bebas melepas kemarahanku. bahkan setelah aku menangis di pangkuan temanku pun (*halah, lebay, huehe :D), aku masih bisa merasakan sorot mataku dipenuhi kemarahan ketika membicarakan orang yang aku benci. samar samar aku ingat apa yang menahanku tidak marah dan membalas kata katanya saat itu. aku terlalu shock... kaget bahwa ternyata ada orang yang mampu menghina ayahku sedemikian parahnya... kata katanya sederhana,, dia tipe 'sniper' tolol yang nembak tapi nggak akurat dan tanpa dasar yang jelas, namun menggunakan kosakata yang sangat nembak dan kejam... aku sangat bisa menyanggah kata katanya,,, tapi aku terlalu shock... terlalu sakit hati... dengan elegan, aku tetap pergi sekolah saat itu walaupun ada salah satu temanku yang yang terus terusan bertanya apakah aku sedang pilek yang aku iyakan saja karna aku sedang malas ngomong. yang bisa menghilangkan kemarahanku hanya waktu... butuh waktu sekian tahun untuk membuatku sadar bahwa tidak ada gunanya aku marah padanya demikian lamanya. aku sadar aku bersikap benar saat itu, dengan diam dan pergi dengan elegan dimana aku merasa sangat marah,, tapi tetap saja, aku merasa tindakanku benar, kata katanya yang kejam dan tak berdasar hanya bisa dibalas dengan kata kata serupa namun jika begitu, aku akan sama saja dengan dia... aku bersyukur sekali, pola pikir itu sempat nempel di kepalaku yang dipenuhi amarah.. sesudah itu, datanglah masa sulit, dan aku banyak ditolong orang lain, bahkan dari arah yang tak diduga dan rasanya sangat kebetulan. ada yang menyadarkanku bahwa hal itu mungkin dikarnakan aku telah bersikap baik sebelumnya. aku rasa itu penting, tetap bersikap baik dimana aku merasa sedih, marah atau perasaan negatif lainnya. dan tidak berusaha membalas atau melampiaskan kemarahanku, bahkan dalam cara yang paling normal atau logis sekalipun.. aku ingin kemarahanku hilang/lenyap begitu saja tanpa harus aku lampiaskan.. bagaimana caranya???!! olahraga? aku rajin treadmill,, hampir tiap hari... huuhhhhh.... menulis lagu? secara aku pintar nyari chord sembarang lagu apapun... (Tapi bukan brarti aku pandai menggubah lagu)....... bagaimana caranya supaya aku bisa IKHLAS.... ??? anyone know?? aku rasa aku termasuk dalam golongan orang sabar,,, orang sabar yang pemberontak.... darimana sih asal muasal kata pemberontak itu?? aku pernah diceramahin dosen sostek... beliau bilang aku orangnya pemberontak (dan serentetan judgement judgement lainnya)... waktu itu aku marah lho.... tanganku sampai bergetar,,, pertanda bahwa aku sangat kesal.... aku bahkan berani beradu argumen dengannya soal opininya tentang A Beautiful Mind (yang notabene nggak penting,,, tapi aku rasa, itu hanyalah bentuk pelampiasan kekesalanku)... dari 4 orang yang bernasib sama denganku (dipanggil ke sostek), hanya aku yang berani angkat bicara dimana biasanya aku cinta kedamaian dan lebih memilih diam kecuali kalo ada hal yang amat penting terjadi dan salah (artinya aku harus protes, huehehe.. :D). huuff.... aku harap, aku bisa lebih ikhlas lagi menyikapi kemarahanku. aku rasa masalahku sederhana sekali... aku hanya menghiperboliskannya. aku punya sahabat yang punya masalah jauh lebih pelik dariku. dia minta saran dariku bagaimana cara mengikhlaskan orang yang sudah meninggal (KEDUA ORANG TUANYA SUDAH MENINGGAL :().. dan aku bilang : kibarkan bendera minta tolong. akuilah bahwa kau membutuhkan pertolongan dan bantuan dari orang lain. komunikasikan mimpi mimpi burukmu (ya, dia bermimpi buruk) tentang (alm) orang tuamu, dengan kakak2mu. coba diskusikan apa artinya. kalian kan berkeluarga, kalian dapat mengandalkan satu sama lain.


yep... saran bodoh dan omong kosong dari orang yang bahkan dirinya sendiri tidak mampu mempraktekkannya karna terlalu skeptis.. terlalu sombong... terlalu tidak mempercayai orang. aku sering baca buku self-help makanya tahu saran saran seperti itu. sekali lagi, ngomong memang gampang...... aku rasa, masalahku biasa saja... tidak seberat masalah temanku.. aku bersyukur sekali... aku punya banyak keberuntungan :).. banyak sekali... so.. aku rasa aku harus lebih bersikap baik lagi.. bersikap baik... baik baik baik....

yang aku tidak suka nih ya... tetap saja, walaupun aku sudah mengusahakannya,, dari intonasiku masih terdengar rasa amarah itu... aku merasa gaya berbicaraku biasa saja.. sangat amat biasa walaupun kalo mau jujur aku sebenarnya marah... tapi kenapa itu harus terdengar di telinga orang lain? apa aku tidak mampu menutupinya dan bersikap normal? ayolah... aku rasa aku harus belajar seni menipu orang (selama aku tidak menipu diri sendiri). hey.. aku rasa itu bisa jadi judul yang bagus "seni hidup : menipu orang lain, tetap jujur pada diri sendiri (dan Tuhan)", huehehe.. :D.. Bagaimana? ada yang mau menulisnya?

Rabu, 28 Januari 2009

happy birthday MOM...

Happy 46th birthday to my mom^^. Aku yang pertamakali mengucapkan dan mengingatkan yang lain lho :). Aku sengaja bangun pagi soalnya besok ada wawancara di TOTAL Indonesia. Setelah penolakan ironis yang menimpaku sebelumnya (aku berhenti di tahap tes kesehatan), aku mendapati diriku bersikap sangat skeptis cenderung pesimistis. Memiliki harapan adalah sesuatu yang berbahaya, padahal biasanya aku orang yang teguh, sangat teguh malah. Kali ini berbeda. Mungkin aku terlalu menghargai mahal usaha-usahaku, maka ketika mereka tidak terbayarkan, aku jadi sedih luar biasa. Makanya mulai sekarang aku tidak akan bersikap seperti itu lagi. Tapi sebisa mungkin aku tetap mempertahankan etos kerjaku yang selalu berusaha melakukan yang terbaik dan bersemangat, hanya saja, aku harus lebih ikhlas ketimbang sebelum-sebelumnya. Ayahku yang mendaftarkanku di TOTAL. Suatu hari beliau meminta CV, transkrip dan lain-lainnya. Dengan acuh tak acuh kuberikan saja semuanya. Ayahku mengirimnya via pos. Aku sudah berburuk sangka saja bahwa lagi-lagi ada koneksi di sini. Tapi tidak. Ayahku tidak suka berbohong. Dan ia mengatakan ia tidak punya koneksi di sana. Sebenarnya mudah saja bagiku untuk mendapatkan pekerjaan, hanya saja, aku tidak suka kalau ada unsur konektivitas ayahku di sini. Dalam kasus sebelumnya, (x), tidak ada koneksi ayahku di sana. Lowongan itu kudapat di perguruan tinggiku. Makanya aku senang sekali ketika mencapai tes kesehatan. Nah kali ini? Entah.. Kurasa masalah utamanya ada pada diriku sendiri. Seperti ada sesuatu yang harus diluruskan. Entah apa itu. FYI angka SGOT SGPT ku tinggi kemarin. Belum apa-apa aku sudah sakit hati (liver). Mungkin memang banyak racun dalam hatiku ya? :(

;;